Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Bangka Belitung 'menunggu' BKSDA

Gambar
sumber foto by Google P rovinsi Bangka Belitung yang terkenal dengan potensi buminya, yakni Timah adalah sebuah provinsi pecahan dari Sumatera Selatan. Provinsi ini mencoba berdiri dan mandiri untuk mengelola daerahnya sendiri pada awal tahun 2000. Berdirinya provinsi Bangka Belitung maka dimulailah babak baru kehidupan masyarakat berikut dengan sistem didalamnya. Pertumbuhan ekonomi menggeliat pesat dengan berdirinya hotel-hotel berbintang, terutama di daerah dekat dengan pantai seperti di Belitung yang terkenal dengan negeri laskar pelanginya. Harga tanah menjulang tinggi seperti tak mau kalah dengan pertumbuhan para investor terhadap hotel. Implikasi positifnya industri-industri kreatif pun bermunculan. Mulai menjamur berbagai macam frendchise makanan di provinsi Bangka Belitung ini, setidaknya di ibu kota yakni Pangkal Pinang, berbagai macam oleh-oleh khas Babel menggurita secara inovatif, semua itu hasil dari tumbuh kembang provinsi Babel untuk dapat bersaing dengan prov...

Ekologi Vs Ekonomi (Masyarakat ?)

Gambar
Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat . Kondisi daratan Babel dari atas pesawat.  Sumber foto:   http://dycababel.blogspot.com/2011_01_01_archive.html M ungkin sebagian kita sering mendengar kalimat tersebut ataupun membaca pada berbagai artikel yang tersebar di berbagai media cetak ataupun online. Ya.. itu adalah kalimat dari bunyi UUD 1945 Pasal 33 ayat 3 Bab XIV tentang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial. Bab XIV tersebut memiliki makna mendalam yang bagi ekonomi kerakyatan, ekonomi yang berbasis pada kemakmuran rakyat bukan untuk dikusai oleh sebagian tapi seluruh bagian dan lapisan, rakyat harus bisa menikmati hasil anugerah Tuhan atas kekayaan SDA Republik ini. Pada kenyataannya, UUD 1945 yang menjadi landasan bernegara di Republik ini hanya menjadi semu karena ternyata faktanya adalah kemakmuran tidak atau belum dirasakan oleh Rakya...